close -->
close
0

Secara umum, orang merasa senang dengan banyak teman. Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, sehingga disebut sebagai makhluk sosial. Tetapi itu bukan berarti, seseorang boleh semaunya bergaul dengan sembarang orang menurut selera nafsunya. Sebab, teman adalah personifikasi diri. Manusia selalu memilih teman yang mirip dengannya dalam hobi, kecenderungan, pandangan, pemikiran. Karena itu, Islam memberi batasan-batasan yang jelas dalam soal pertemanan.
Memilih Teman Yang Baik
Teman memiliki pengaruh yang besar sekali. Rasulullah bersabda,
“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Makna hadits di atas adalah seseorang akan berbicara dan ber-perilaku seperti kebiasaan kawannya. Karena itu beliau Shalallaahu alaihi wasalam mengingatkan agar kita cermat dalam memilih teman. Kita harus kenali kualitas beragama dan akhlak kawan kita. Bila ia seorang yang shalih, ia boleh kita temani. Sebaliknya, bila ia seorang yang buruk akhlaknya dan suka melanggar ajaran agama, kita harus menjauhinya.
Cinta Karena Allah
Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia, materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.
Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apa pun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.” (HR. Muslim)
Dari Mu’adz bin Jabalzia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Ahmad).
Ungkapkan Cinta Karena Allah
Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan, “Ada seorang laki-laki di sisi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, “Ya Rasulullah, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)”. Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bertanya “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?” “Belum”, jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, “Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian.” Lalu ia bangkit dan memberitahukan, “Sungguh saya mencintai anda karena Allah.” Maka orang ini berkata, “Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).
Hal yang harus diperhatikan oleh orang yang saling mencintai karena Allah adalah untuk terus melakukan evaluasi diri dari waktu ke waktu. Adakah sesuatu yang mengotori kecintaan tersebut dari berbagai kepentingan duniawi?
Lemah Lembut dan Bermuka Manis
Paling tidak, saat bertemu dengan teman hendaknya kita selalu dalam keadaan wajah berseri-seri dan menyungging senyum. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjum-pai saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah Radhiallaahu anha disebutkan, bahwasanya “Allah mencintai kelemah-lembutan dalam segala sesuatu.” (HR. al-Bukhari). Dalam hadis lain riwayat Muslim disebutkan “Bahwa Allah itu Maha Lemah-Lembut, senang kepada kelembut-an. Ia memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan-Nya kepada kekerasan, juga tidak diberikan kepada selainnya.”
Saling Memberi Nasihat
Dalam Islam, prinsip menolong teman adalah bukan berdasar permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah. Termasuk di dalamnya adalah amar ma’ruf nahi mungkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman.
Adapun mengikuti kemauan teman yang keliru dengan alasan solidaritas, atau berbasa-basi dengan mereka atas nama persahabatan, supaya mereka tidak lari dan meninggalkan kita, maka yang demikian ini bukanlah tuntunan Islam.
Berlapang Dada dan Berbaik Sangka
Salah satu sifat utama penebar kedamaian dan perekat ikatan persaudaraan adalah lapang dada. Orang yang berlapang dada adalah orang yang pandai memahami berbagai keadaan dan sikap orang lain, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan. Ia tidak membalas kejahatan dan kezhaliman dengan kejahatan dan kezhaliman yang sejenis, juga tidak iri dan dengki kepada orang lain. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi, Al-Albani berkata “hasan”)
Karena itu Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengajarkan agar kita berdo’a dengan:
“Dan lucutilah kedengkian dalam hati- ku.” (HR. Abu Daud, Al-Albani berkata ’shahih’)
Termasuk bumbu pergaulan dan persaudaraan adalah berbaik sangka kepada sesama teman, yaitu selalu berfikir positif dan memaknai setiap sikap dan ucapan orang lain dengan persepsi dan gambaran yang baik, tidak ditafsirkan negatif. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, ,,,
“Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta” (HR.Bukhari dan Muslim). Yang dimaksud dengan berburuk sangka di sini adalah dugaan yang tanpa dasar.
Menjaga Rahasia
Setiap orang punya rahasia. Biasa-nya, rahasia itu disampaikan kepada teman terdekat atau yang dipercayainya. Anas Radhiallaahu anhu pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Anas Radhiallaahu anhu berkata, ”
Nabi Shalallaahu alaihi wasalam merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya.” (HR. Al-Bukhari).
Teman dan saudara sejati adalah teman yang bisa menjaga rahasia temannya. Orang yang membeberkan rahasia temannya adalah seorang pengkhianat terhadap amanat. Berkhia-nat terhadap amanat adalah termasuk salah satu sifat orang munafik.
Penutup
Persahabatan yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng. Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut hingga di negeri Akhirat. Allah berfirman, artinya,
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)
Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin. (Ibnu Umar)
Publikasi: Alsofwah.or.id
Original image: Fotosearch
Edited by cahayamata

Dikirim pada 16 Juni 2009 di Uncategories

Nabi Muhammad pernah diprintah Allah untuk menanyakan kepada tiap satu per satu istrinya .untuk memlih dirinya dan tuhannya atau kemewahan kehidupan duniawi.nabi sempat kawatir biarpun beliu tahu jawaban istrinya akan memilih beliu.setelah ditanya satu per satu mereka memilih nabi Muhammad dari pada kehidupan dunia biar pun dengan kehidupan pas-pasan

Dikirim pada 09 Juni 2009 di Uncategories

Waktu Nabi Ismail punya istri.Ayahnya (Nabi Ibrohim)datang ke istrinya dengan menyamar jadi orang lain.Lalu beliu bertanya kepada istri Nabi Ismail.Gimana kehidupan km selama berumah tangga dg Nabi Ismail.lalu dia menceritakan kehidupannya dg Nabi Ismail sangat pas-pasan.makan aja sulit,kehidupannya sangat memprihatinkan.beliu menerima cerita itu.lalu beliu berpesan supaya disampaikan ke Nabi Ismail suaminya untuk menganti pintu rumah depan mereka.sampailah Nabi Ismail dirumah.Istrinya bercerita bahwa tadi ada orang yg datang dan menanyakan keadaan rumah tangga mereka.lalu orang itu berpesan untuk menganti pintu rumah mereka.lalu Nabi Ismail menjawab ; itu tadi yg datang adalah ayahku Nabi Ibrohim.dan arti dari pesannya itu untuk menyuruh aku menceraikan dirimu.karena km bukan istri yang baik.akhirnya dicerai istrinya itu.suatu ketika Nabi Ismail mempunyai istri lagi.Nabi Ibrahim mendatangi istrinya Nabi Ismail lagi dengan menyamar sbg orang lain.lalu beliu bertanya kepadanya Gimana kehidupan rumah tangga dg Nabi ismail.lalu dia menjawab;kehidupan ku bersama suamiku sangat menyenangkan dan bahagia.tiap hari makan makanan yg enak-enak.kehidupan serba kecukupan.padahal nabi Ibrohim tahu bahwa kehidupan Ismail berserta istrinya sangat pas-pasan dan sulit.lalu beliu berpesan supaya disampaikan ke nabi ismail untuk merawat dan menjaga pintu yg ada didepan rumah mereka.ketika Nabi Ismail datang dia bercerita dan disampaikan pesan itu.lalu Nabi Ismail menjawab:yg datang itu ayahku dan beliu berpesan supaya aku menjagamu dan menyayangimu karena kamu dimata ayahku yg seorang nabi kamu tergolong istri yg baik.(mohon maaf jika ada kesalahan penulisan dan mohon komentarnya)

Dikirim pada 09 Juni 2009 di Uncategories

Ketika nabi pulang dari gua hirok mendapat wahyu.beliu menggigil dan gemetar,sama istrinya khotijah lalu dibawa ke suadaranya seorang pendeta yg merupakan tokoh agama nonmuslim terkenal.lalu Pendeta itu berkata : bahwa saya melihat tanda - tanda kenabian di diri muhammad seperti tanda - tanda kenabian isa.pendeta itu berpesan supaya muhammad dijaga dan dilindungi.karena seorang yg membawa agama dari Allah pasti akan ada upaya merusak dan mencelakai dirinya.jika aku masih kuat niscaya aku akan membelanya.mohon dikomentari....... maaf jika ada salah penulisan...

Dikirim pada 06 Juni 2009 di Uncategories

AISAH istri nabi pernah berkata :" jika nabi bercerita tetang istri nabi yg bernama khotijah saya selalu cemburu" (penggalan suatu hadist maaf gk lengkap).
istri nabi ibrahim saat dia diajak sama nabi ibrohim waktu hamil tua (anak pertama yg ditunggu dan diidam idamkan cukup lama) untuk pergi dan bertempat dimekah.padahal waktu itu mekah masih padang pasir luas.dia taat karena Allah.

Dikirim pada 06 Juni 2009 di Uncategories
Awal « 1 » Akhir
Profile

jadilah diri mu sendiri dg agama yg baik karena Allah menciptakan makluknya dg kareter masing2 More About me

Page
Archive
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 83.329 kali


connect with ABATASA